IQNA

22:24 - October 31, 2018
Berita ID: 3472622
MANILA (IQNA) - Pertemuan bersama perwakilan lintas agama dan pelbagai mazhab di Filipina diselenggarakan di markas ini, atas prakarsa atase kebudayaan Iran di Manila.

Menurut laporan IQNA dari Filipina, pertemuan ini diadakan pada hari Kamis (25/10) atas prakarsa atase kebudayaan Iran di Filipina, dan dengan dihadiri Gabriel Caccia, Duta Besar Paus Fransiskus di Manila, Duta Besar Iran untuk Filipina, Mohammad Tanhai, universitas Paus St. Tomas, Universitas Kristen Filipina, Universitas Negeri Filipina, Organisasi Konferensi Waligereja Filipina, Dewan Imam Muslim Filipina, Gereja Injili, Gereja PCIC, Gereja Mormon, Buddha, Gerakan Focolare Italia, Organisasi Uni Harmoni Partner Manila (Aliansi untuk Koordinasi Agama-Agama) dan organisasi ideolofi Polisi Filipina di atase kebudayaan Iran di Manila.

Sambutan atas Ayat-ayat yang Menjelaskan Kesucian Maryam

Pertemuan ini dimulai lantunan ayat 42 sampai 45 surah Ali Imran, dengan poros Maryam (as) oleh Shahawi Aramponi, qori cacat netra Alquran asal Filipina dan kemudian dibacakan terjemahan Inggris ayat tersebut untuk para hadirin, yang mayoritas adalah umat Kristen, yang mendapat sambutan baik.

Pablito Jr Abad Baybado, profesor teologi universitas UST dan presenter program dalam acara ini dengan mengucapkan selamat datang kepada para hadiarin mengatakan, dalam pertemuan periode sebelumnya, divisi koordinasi multilateral Manila, yang diselenggarakan dengan partisipasi sejumlah perwakilan pelbagai agama dan demikian juga dengan dihadiri atase kebudayaan kedutaan Republik Islam Iran dan dewan rombongan di auditorium pertemuan universitas UST, dijadwalkan pertemuan hari ini diselenggarakan di tempat atase kebudayaan Iran.

“Gerakan Positif atase kebudayaan dalam memperkuat pertemuan dialog agama Kristen dan Islam selalu dan akan didorong oleh mereka yang terlibat dalam pertemuan semacam itu, oleh karena itu, kami mengapresiasi atase kebudayaan,” imbuhnya.

Pertemuan Lintas Agama dengan Tuan Rumah Iran di Filipina/ Sambutan atas Ayat Surah Maryam

Kemudian Mohammad Jafari Malik, atase kebudayaan Iran di Manila, menyatakan: "Kami pada masa dimana para pengikut agama harus melakukan upaya-upaya yang baik untuk terlibat dalam dialog agama yang konstruktif. Saya yakin semua orang akan setuju bahwa sekarang lebih dari sebelumnya, merasakan kebutuhan untuk dialog di antara para pengikut agama dan saya harus mengatakan bahwa dialog hari ini bukan hanya pilihan tetapi juga merupakan pendirian wajib.

“Beberapa kelompok fundamentalis dan ekstremis di seluruh dunia sedang menghilangkan ideologi masyarakat, dengan membunuh, meneror dan menghancurkan kehidupan masyarakat atas nama agama. Pada titik waktu ini, semua pengikut sejati pelbagai agama dengan mengafirmasi persamaan juga menekankan persatuan, empati dan perdamaian,” imbuhnya.

Jafari Malik menegaskan, hari ini, kita menyaksikan fakta yang menyedihkan bahwa banyak kawula muda yang mencari ideologi dan mencari jawaban atas pertanyaan mereka dan untuk jawaban-jawaban keliru ini, mereka terperangkap pada kelompok ekstrimis dan anti-Semitisme. Kendati demikian, pencarian semacam ini adalah tanda kecenderungan manusia menuju agama dan terhadap Tuhan.

Perlunya Dialog Konstruktif

Dia mengatakan, dengan pertemuan seperti itu, kami dapat bekerja sama untuk menemukan cara dan jawaban untuk pertanyaan kawula muda tentang agama, mazhab dan Tuhan serta demi memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Melalui dialog konstruktif keagamaan, kita dapat menanggapi kawula muda dan masyarakat dunia.

Atase kebudayaan Iran di Manila melanjutkan, saya berharap bahwa persatuan dan simpati dalam pertemuan ini akan berlanjut selama bertahun-tahun dan kita akan dapat menciptakan kedamaian dan ketenangan melalui dialog yang tepat antar agama-agama dan akhirnya kami berbagi dengan pengikut semua agama, sekte dan orang lain di dunia.

Demikian juga Gabriel Caccia, Duta Besar Paus Francis di Filipina mengungkapkan: “Saya sebagai perwakilan Paus selama delapan tahun di Timur Tengah dan saya telah belajar banyak tentang Muslim dan tradisi mereka dan saya sampai pada kesimpulan bahwa dialog ini sangat efektif dan berguna untuk memecahkan masalah di kalangan pengikut pelbagai agama”.

Pertemuan Lintas Agama dengan Tuan Rumah Iran di Filipina/ Sambutan atas Ayat Surah Maryam

“Seperti yang Anda lihat, pertemuan hari ini dimulai dengan ayat-ayat Alquran, yang menghormati kesucian dan penghormatan terhadap Ibunda Maryam, ibu Isa al-Masih. Tetapi terlepas dari fakta-fakta ini, tangan asing selalu berusaha menciptakan konflik antara pengikut kedua agama besar ini,” jelas Duta Besar Vatikan.

Pengumuman Hari Muslim dan Kristen

Dia menekankan, kita bisa menjadikan poros Maryam sebagai salah satu persamaan antara Islam dan Kristen dan saya telah menyaksikan bagaimana di Libanon selama Natal yang pada malam itu umat Muslim ikut berbagi kebahagiaan dengan kami. Dan kami juga sebaliknya, dalam hari raya Islam ikut bersuka cita dengan kebahagiaan mereka dan hal-hal seperti terlihat sangat jelas terutama di sekolah-sekolah yang ada umat Kristen dan Muslim, karenanya pertanyaan yang terbersit dalam pikiran saya, ini adalah mengapa dalam beberapa kasus, kami mencegah pertemuan bersama dan mencegah tindakan yang bermanfaat bagi kami dan Muslim; dalam kondisi semacam ini kami menyarankan pengumuman hari khusus dengan tema Hari Nasional Muslim dan Krsiten, yang dirayakan oleh umat muslim dan Kristen, dan juga menjadikan hari bertemakan Maryam sebagai faktor bersama antara kami dan umat muslim.

Duta Besar Vatikan menegaskan: atensi kepada Maryam haruslah sama dengan yang dikupas oleh Dr. Tandis Taghavi, istri atase kebudayaan Iran di Filipina dan untuk mempersiapkan papan kaligrafi ayat-ayat Alquran untuk mengilustrasikan persamaan ini dan menghadiahkannya kepada Paus Fransiskus di Vatikan; kepedulian yang sedemikian besar seperti ini adalah faktor memperkuat dan atensi kesamaan antara umat Kristen dan Muslim.

Ayah spiritual Caccia, di bagian lain dari pidatonya, mengatakan: "Seperti yang kami katakan, waktu aktif di Timur Tengah mencari pembentukan hari bersama dalam hal ini, karena itu, kami meminta tanggal 25 Maret setiap tahun, umat Muslim dan Kristen di Beirut duduk bersama- bersama dan hal penting ini kami paparkan pada Paus Fransiskus.

Pertemuan Lintas Agama dengan Tuan Rumah Iran di Filipina/ Sambutan atas Ayat Surah Maryam

Duta Besar Vatikan melanjutkan: Pada pertemuan kedua Vatikan, yang merupakan salah satu peristiwa terbesar di Gereja Katolik dan dikenal sebagai Konsili Gereja Kedua, para pejabat Katolik memproklamirkan kebijakan yang menciptakan visi baru bagi kehidupan orang-orang di gereja. Salah satu poin penting dari kebijakan ini adalah bahwa kita semua adalah satu keluarga dengan satu ayah dan ibu yang terbagi dalam beberapa kelompok dan memiliki perbedaan dalam kebiasaan, tradisi dan tindakan yang seharusnya tidak perlu diperhatikan; karena itu akan menjadi faktor perselisihan; Sementara kita semua memiliki martabat manusia yang jauh dari perbedaan seperti ras, warna kulit dan negara, selain itu kita adalah makhluk dari satu Tuhan dan tujuan utama kita adalah mencapai kepada Tuhan, jadi poin yang sangat penting adalah memperhatikan basis dan dasar manusia.

Iran, Tanah Keragaman Agama

Duta Besar Iran di Manila, Mohammad Tanhai, mengatakan: dalam pertemuan ini kita kedatangan tamu kenamaan dan sejumlah tokoh penting khususnya, Gabriel Caccia, Duta Besar Vatikan yang tahu sejarah Islam dan Kristen; Ala kulli hal, saya sebagai Muslim Iran, menyatakan bahwa Iran adalah tanah yang memiliki keragaman agama dan ribuan tahun peradaban.

Mengacu pada agama-agama Zoroastrian, Yahudi, Kristen, dan Muslim di Iran, dia berkata: “Di negara saya, ada banyak suku seperti Turki, Baluchis, Kurdi dan suku-suku lain, dan keragaman ras ini merupakan faktor pembentukan kehidupan bersama.”

Tanhai menyebut pemahaman yang lebih baik tentang pengikut pelbagai agama dan mazhab melalui kerja sama satu sama lain, seperti kerja sama organ manusia dan Republik Islam Iran dianggap sebagai negara yang memulai dialog antaragama.

Dia demikian juga menganggap keberhasilan dalam hal ini bukanlah hasil dari satu pekan dan atau satu tahun dan memperhatikan pelbagai perspektif adalah tugas para praktisi agama, dan menekankan bahwa ini adalah upaya yang harus terus berlanjut sampai akhir sejarah dan tujuan kami adalah menegakkan perdamaian dan menjauhi kekerasan dan perang, dan hal ini adalah pandangan Republik Islam Iran.

Di akhir pertemuan, Lilian Sison, Direktur hubungan internasional Universitas St. Tomas, menyimpulkan tema-tema yang diangkat dan menyebut pertemuan sejumlah delegasi agama di auditorium atase kebudayaan Iran adalah sebuah anugerah dari Tuhan.

Dia mengatakan bahwa kami telah bersama-sama berkumpul untuk menemukan kemungkinan cara kerjasama lebih lanjut di antara para pengikut agama, kami mengucapkan terimakasih kepada atase kebudayaan dikarenakan kehadiran aktif dalam urusan dialog lintas agama di Filipina dan mengharap bahwa organisasi Uni Harmoni Partner Manila di masa mendatang dapat menjalankan urusan-urusan sosial di kalangan penganut pelbagai agama di Filipina.

Pertemuan Lintas Agama dengan Tuan Rumah Iran di Filipina/ Sambutan atas Ayat Surah Maryam

http://iqna.ir/fa/news/3759270

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: