IQNA

20:46 - January 07, 2019
Berita ID: 3472797
CHINA (IQNA) - Kepala Asosiasi Dunia Uighur meminta dunia Islam untuk melakukan penekanan pada pemerintah China untuk mengakhiri penganiayaan terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

Menurut laporan IQNA dilansir dari UNA, Dolkun Isa, Kepala Asosiasi Dunia Uighur, Jumat alam sebuah wawancara surat kabar mengatakan, reaksi dunia Muslim terhadap populasi Uighur saat ini mengecewakan. Ketika negara-negara Barat berbicara dan bertindak secara terbuka tentang masalah ini, negara-negara mayoritas Muslim kurang perhatian atau benar-benar tidak peduli.

“Masyarakat Uighur menderita banyak kesulitan, yang sebagian besar disebabkan oleh Muslim sebagai mayoritas penduduk,” imbuhnya.

Kepala Asosiasi Dunia Uighur menambahkan bahwa pemerintah China melarang Muslim berpuasa atau pergi berhaji. Mereka juga melarang anak-anak mereka untuk mempelajari agama Islam dan pergi ke masjid.

Demikian juga, dengan mengisyaratkan situasi orang Uighur yang tidak pantas di kamp-kamp militer, ia juga mendesak dunia Islam untuk mengambil tindakan terhadap pemerintah China untuk menghormati kebebasan beragama dan pembebasan kaum Muslim yang ditahan di kamp-kamp militer negara ini.

Himpunan Dunia Uighur adalah organisasi internasional yang didirikan di Munich pada tahun 2004 untuk mendukung kepentingan orang-orang Uighur. Himpunan ini juga memiliki perwakilan di Eropa dan Amerika Serikat.

 

http://iqna.ir/fa/news/3778687

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: