IQNA

21:19 - February 03, 2019
Berita ID: 3472867
KUWAIT (IQNA) - Rumah karya Islam Kuwait, dengan lebih dari 30.000 karya seni bersejarah dari China hingga Spanyol, adalah perbendaharaan berharga karya seni Islam dan markas ini dianggap sebagai mitra paling efektif dalam kekayaan budaya di dunia.

Menurut laporan IQNA, rumah karya Islam Kuwait (dalam bahasa Arab Dar al-Atsar al-Islamiyyah) dibuka pada tahun 1983 dengan tujuan menampilkan koleksi langka karya seni Islam terkait dengan pelbagai periode dan wilayah Islam.

Markas ini telah memainkan peran penting dalam penyadaran budaya dan sejarah dengan menyimpan 30.000 karya seni berharga dan langka.

Karya-karya yang disimpan di rumah karya Islam Kuwait, dengan penyusunan sejarah dan berdasarkan kekunoan, menggambarkan hubungan peradaban di pelbagai periode sejarah Islam dan markas ini disebut sebagai mitra yang efektif dalam kekayaan budaya di dunia.

Rumah Karya Islam Kuwait: Mitra Efektif dalam Memperkaya Kebudayaan Bangsa-bangsa Dunia

Pemandangan Rumah Karya Islam Kuwait

Kantor Berita Resmi Kuwait (KUNA), dalam sebuah laporan berjudul "Darul Atsar al-Islamiyyah bi al-Kuwait ... Syarikk Failun fi Tsaqafah al-Alam: Rumah Karya Islam Kuwait, mitra efektif dalam budaya dunia," meneliti karya dan isi dari markas ini dan perannya dalam publikasi penyadaran sejarah dan budaya di Kuwait, negara-negara Teluk dan masyarakat Barat.

"Penyadaran budaya, peradaban dan humanis serta menjelaskan tentang inovasi negara-negara Muslim selama pelbagai periode telah menjadi salah satu tujuan terpenting dari pendirian markas ini dan rumah karya Islam Kuwait sejak pendirian, telah menjadi mitra efektif dalam kekayaan budaya di dunia," kata laporan itu.

Rumah karya Islam Kuwait menciptakan gerakan budaya besar-besaran yang meliputi penyelenggaraan pameran artistik di dalam dan di luar Kuwait, pembentukan kelompok pertama yang menemukan artefak kuno di al Bahnasa (distrik bersejarah di Mesir), mengadakan pelbagai seminar dan ceramah, serta menerbitkan pelbagai pers.

Rumah Karya Islam Kuwait: Mitra Efektif dalam Memperkaya Kebudayaan Bangsa-bangsa Dunia

Sejarah Pendirian

Markas ini didirikan pada tahun 1983 dengan tujuan menyimpan koleksi bersejarah al-Sabah, milik Sheikh Nasser Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah (Wakil Perdana PM dan Menteri Pertahanan Kuwait saat ini) dan istrinya, Sheikha Hussa Sabah al-Salem al-Sabah, sebagai bagian dari Museum Nasional Kuwait.

Koleksinya terdiri dari 30 ribu karya seni dari negara-negara di dunia dari China hingga Andalusia dan berasal dari abad kedua hingga ketiga belas. Karya-karya ini mencakup manuskrip berharga, instrumen ilmiah, porselen China, kaca, mineral, batu mulia dan perhiasan serta karya-karya yang berkaitan dengan arsitektur, kain, karpet, uang, dan lain-lain adalah beberapa karya lain yang dipamerkan di markas ini.

Rumah Karya Islam Kuwait: Mitra Efektif dalam Memperkaya Kebudayaan Bangsa-bangsa Dunia

Kegiatan Budaya

Sejak awal, markas ini telah menjadi lembaga budaya dunia, yang sebelumnya sebuah lembaga lokal,dan telah melakukan beragam aktivitas termasuk penyelenggaraan acara budaya, malam-malam musik, seminar dan workshop serta program khusus anak-anak.

Melakukan konser musik, menerbitkan laporan triwulanan untuk laporan kegiatan markas, mengatur kamp budaya, menyelenggarakan pameran keliling, program pendidikan, program penelitian, kursus pelatihan pemulihan artefak, membantu melaksanakan proyek penelitian dalam penemuan artefak, pengeboran di Timur Tengah dan partisipasi dalam pameran di Eropa, Asia dan Amerika Utara serta mengadakan pelbagai seminar, termasuk kegiatan rumah karya Islam di Kuwait.

Markas ini demikian juga memiliki perpustakaan khusus, yang mencakup delapan ribu buku langka dan kuno yang berasal dari abad ke-19 dan menerbitkan penelitian tentang seni dan peradaban Islam di markas tersebut.

Rumah Karya Islam Kuwait: Mitra Efektif dalam Memperkaya Kebudayaan Bangsa-bangsa Dunia

Perjalanan ke Iran

Dari 14 -26 April 2015, 40 anggota rumah karya Islam di Kuwait dengan koordinasi atase kebudayaan Iran di negara ini, mengunjungi Yazd, Isfahan, Shiraz, dan Teheran.

Delegasi yang sempat datang dan hadir di Iran dengan biaya sendiri ini, adalah dewan khusus pertama dan terbesar yang melakukan perjalanan ke Iran untuk kunjungan ilmiah, penelitian dan kunjungan ke situs-situs kuno.

Penjarahan Karya oleh Irak

Pada bulan September 1990, enam pekan pasca invasi Saddam ke Kuwait, aksi pengumpulan semua perbendaharaan nasional di pelbagai museum Kuwait dan rumah karya Islam negara ini dimulai dan karya ini dipindahkan dari museum nasional bersama sejumlah koleksi seni kontemporer dan koleksi al-Sabah ke Baghdad dan museum Irak.

Pemindahan tersebut mencakup semua isi Museum Nasional Kuwait dan buku-buku yang ada di rumah karya Islam, selain pintu kayu kota Fes, yang berasal dari abad ke-14 dan sulit untuk pemindahannya. Pintu Fes juga hancur setelah pembakaran museum oleh tentara Irak pada Februari 1991.

Di bawah mandat PBB yang mengakhiri Perang Teluk Persia, pemerintah Irak setuju untuk mengembalikan karya-karya yang dijarah selama perang dan dewan ahli dikirim untuk mengambil karya-karya ini, dewan ini terdiri dari dua delegasi dari PBB, Katie Marsh, perwakilan koleksi al-Sabah, Manuel Kain, sekretaris koleksi, Christie Norman, pakar rekonstruksi, Robert Skleton, mantan sekretaris departemen seni India di Museum Victoria dan Albert.

Pembicaraan antara departemen seni dan para ahli Museum Irak ini, dengan pengawasan dan mediasi perwakilan PBB, berlangsung tujuh pekan dan delegasi menemukan banyak karya-karya ini, yang terbukti milik rumah karya Islam Kuwait dan statusnya dicatat pada saat pengembalian.

Dengan demikian, sebagian besar karya ini dikembalikan, tetapi banyak di antaranya yang rusak dan beberapa tidak dapat diperbaiki, selain itu, 50 karya hilang dari daftar karya.

Rumah Karya Islam Kuwait: Mitra Efektif dalam Memperkaya Kebudayaan Bangsa-bangsa Dunia

Pada musim panas 2001, Dewan Nasional Kebudayaan, Seni dan Sastra Kuwait, bekerja sama dengan markas ini, mempekerjakan para ahli untuk mempresentasikan program untuk membangun kembali gedung markas dan memperluas lingkup luarnya, dengan demikian sebuah gedung baru didirikan sehingga di masa depan akan menjadi tempat laboratorium untuk perbaikan dan tempat penyimpanan sejumlah koleksi dan digunakan oleh para peminat.

Rumah Karya Islam Kuwait: Mitra Efektif dalam Memperkaya Kebudayaan Bangsa-bangsa Dunia

Kunjungan pemimpin Kristen Koptik Mesir ke Rumah Karya Islam  di Kuwait

http://iqna.ir/fa/news/3783745

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: