IQNA

19:30 - May 12, 2019
Berita ID: 3473110
INDONESIA (IQNA) - Masjid Dian Al Mahri, dikenal sebagai masjid Kubah Emas terletak di kota Depok, selatan Jakarta. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini menjadi objek wisata.

Menurut laporan IQNA, masjid Kubah Emas, selain tempat ibadah umat Islam, adalah daerah wisata dan menawan yang telah menarik perhatian banyak orang, karena kubahnya terbuat dari emas dan karena luasnya ruang dan akses mudah untuk umum, tempat ini sering menjadi tujuan wisata atau tempat untuk beristirahat.

Masjid Kubah Emas dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Rais binti Muhammad Rais (Dian Al Mahri), seorang pengusaha dari Provinsi Banten, yang meninggal pada tanggal 29 Maret 2019. Dia membeli tanah pada tahun 1996, tetapi pembangunannya dimulai pada tahun 2001, dan selesai pada tahun 2006.

Masjid dibuka pada 31 Desember 2006, bersamaan dengan hari raya Idul Adha. Masjid Dian Al Mahri terletak di area lebih dari 50 hektar, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jemaah. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara.

Satu Kubah Asli dan 4 Kubah Kecil

Masjid Kubah Emas memiliki 5 kubah, sebuah kubah utama dan 4 kubah kecil. Menariknya, semua kubah ditutupi dengan 2 sampai 3 mm emas dan mosaik kristal. Kubah aslinya mirip dengan kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter. Selain itu di dalam masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton.

Selain itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.

Masjid Kubah Emas; Objek Wisata di Indonesia

Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya.

Halaman Menampung 8.000 Jamaah

Halaman interior berukuran 45 x 57 meter dan dapat menampung 8 ribu orang. Ada enam menara berbentuk segi enam atau heksagonal, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.

Masjid Kubah Emas; Objek Wisata di Indonesia

Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Pada bagian interiornya, masjid ini menghadirkan pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.

Masjid Kubah Emas; Objek Wisata di Indonesia

Masjid Kubah Emas; Objek Wisata di Indonesia

http://iqnanews.ru/fa/news/3810159

Nama:
Email:
* Komentar Anda: