IQNA

21:16 - May 19, 2019
Berita ID: 3473130
IRAN (IQNA) - Perwakilan Pemimpin Tertinggi Revolusi (Rahbar) di Indonesia, merujuk pada layanan Iran di negara itu, mengatakan: "penyelengaraan malam-malam Qurani dan pendirian 30 markas Alquran adalah salah satu dari kegiatan ini."

Menurut laporan IQNA, Indonesia adalah negara Muslim di Asia Tenggara yang komunitas Syiahnya berjumlah besar, sehingga hari ini kita melihat semakin banyak pengikut mazhab ini dan pembentukan organisasi serta markas-markas Islam dan Syiah di negara ini mengafirmasi pada penyebaran mazhab ini di Indonesia.

Dengan munculnya para khalifah Bani Abbas dan penerimaan Islam di banyak negeri, al-Mutawakkil, yang merupakan musuh kaum Syiah, berusaha menghilangkan tanda-tanda mazhab ini di tanah Islam. Ini telah menyebabkan migrasi banyak kaum Syiah ke daerah-daerah terpencil, Indonesia menjadi salah satu daerah yang, pada abad-abad berikutnya, pemerintahan didirikan atas dasar Syiah.

Dalam hal ini, kami bertemu dengan Hujjatul Islam wal Muslimin Syekh Dr. Abdul Majid Hakim Ilahi (Syekh Hakim), Direktur ICC Jakarta, ia bertanggung jawab atas Kantor Urusan Internasional jamiah mudarrisin hauzah ilmiah Qom, Perwakilan Pemimpin Tertinggi Rahbar di Indonesia, Wakil Direktur Internasional jamiah mudarrisin hauzah ilmiah Qom dan wakil internasional Jamiah al-Mustafa al-Alamiah.

Keharmonisan antar Mazhab

Syekh Hakim Ilahi, dengan mengungkapkan bahwa bersandar pada titik persamaan mazhab dan budaya antara Iran dan Indonesia adalah dalam agenda perwakilan Rahbar, menambahkan: "Republik Islam Iran telah berubah menjadi Ummul Qura dalam kegiatan-kegiatan Alquran di dunia; dengan mengomunikasikan kegiatan-kegiatan Alquran dan persamaan antar pemerintah Islam dapat mendekatkan hati satu sama lain, dan sementara itu peran media di sini sangat berharga dan penting."

Penyelenggaraan Malam-malam Alquran dan Pendirian 30 Markas Alquran di Jakarta

Direktur ICC Jakarta dengan menyatakan rasa terimakasih atas upaya kantor berita di bidang kegiatan Alquran dan internasional, mengatakan: "Kami berterimakasih kepada kantor berita ini dikarenakan kepedulian untuk pengembangan, perluasan dan penyebaran berita serta kegiatan Alquran dan berubah menjadi dasar dan referensi ilmiah pengetahuan dan berita-berita Alquran."

Memperkenalkan Pencapaian Terakhir

Dia menekankan bahwa akan lebih baik jika IQNA memperkenalkan pencapaian terbaru dalam bidang Alquran dan Ulumul Quran, dan berkata: “Kantor berita ini dapat meliput berita dan informasi acara dan konferensi Alquran di pelbagai negara, dan dengan mengidentifikasi kegiatan-kegiatan ini di kancah-kancah global, memperkenalkan pencapaian terbaru dalam bidang Quran dan Ulumul Quran.”

Perwakilan Rahbar di Indonesia, dengan mengisyaratkan aktivitas luas Alquran di kancah internasional, menambahkan: "Berbagai langkah telah diambil, tetapi ada begitu banyak kegiatan, dan kami masih di permulaan jalan; Menurut Amirul Mukminin (as), “Alquran adalah lautan dimana tidak mungkin menggapai kedalamannya."

Penyelenggaraan Malam-malam Alquran dan Pendirian 30 Markas Alquran di Jakarta

Mantan wakil Direktur hauzah internasional Jamiah al-Mustafa mengatakan bahwa dengan upaya kantor berita IQNA, kegiatan Alquran ini dapat diperkenalkan kepada masyarakat. Tidak dipungkiri lagi, sampainya media ini ke tempat yang diinginkan di tengah-tengah media Qurai, dengan melihat posisi yang ada, adalah hal yang sangat mudah.

Penggunaan Kapasitan

Dia menyatakan: "Republik Islam Iran telah berubah menjadi landasan kegiatan Alquran di dunia, yang juga dapat berpengaruh di negara-negara lain, dan akan memberikan wawasan baru tentang kegiatan dan ajaran Alquran, dan akan menghadirkan subjek baru kepada masyarakat."

Penyelenggaraan Malam-malam Alquran dan Pendirian 30 Markas Alquran di Jakarta

Syekh Hakim Ilahi menjelaskan, jika masyarakat audien mengenal kegiatan-kegiatan Alquran Republik Islam dan negara-negara lain, akan ada banyak motivasi untuk kegiatan Alquran dalam masyarakat Iran.

“Iran memiliki banyak kapasitas dalam kegiatan Alquran dan telah melakukan pekerjaan besar selama beberapa tahun terakhir, dan harus menjadi panutan bagi markas dan lembaga Alquran di seluruh dunia, dan untuk semua negara,” imbuhnya.

Konvergensi Mazhab

Perwakilan Pemimpin Tertinggi di Indonesia menyatakan: "Meskipun ada markas-markas Alquran di pelbagai negara, namun kegiatannya terbatas dan spesifik, dan Republik Islam Iran telah berhasil menghilangkan banyak batasan ini dan menciptakan keragaman dan menyediakan pelbagai kegiatan Quran."

Penyelenggaraan Malam-malam Alquran dan Pendirian 30 Markas Alquran di Jakarta

Dia menyatakan, IQNA sebagai kantor berita, adalah sebuah tempat untuk mencerminkan kegiatan Alquran di tingkat dunia, karena dasar dari aktivitas media tersebut didasarkan pada keikhlasan dan ketakwaan yang ada di tangan para awak media dan pekerjaan mereka mendapat keberkahan dan dapat berkembang.

Syeh Hakim Ilahi mengatakan: "Jika kita bergerak berdasarkan kegiatan Quran pada tingkat wilayah dan negara-negara Islam, kita tidak akan menghadapi ketegangan dan tantangan dengan para pengikut agama Islam lainnya, bahkan akan menyebabkan konvergensi, koeksistensi, solidaritas, keharmonisan, persatuan dan persatuan antar mazhab-mazhab Islam."

Mengetengahkan Inovasi

Dia dengan menyatakan bahwa salah satu elemen bersama di antara mazhab-mazhab Islam adalah Alquran, melanjutkan: “Kitab samawi ini adalah elemen yang diakui oleh penganut agama-agama Ilahi.”

Penyelenggaraan Malam-malam Alquran dan Pendirian 30 Markas Alquran di Jakarta

Direktur ICC Jakarta terkait kegiatan di wilayah Asia Tenggara, dan khususnya Indonesia, menyatakan: “Dengan melihat tujuan-tujuan Quran Iran, dari awal dan dimulainya kegiatan ICC Jakarta di Indonesia, kami telah menempatkan kinerja Qurani di garis depan pekerjaan kami dan membuat inovasi di bidang ajaran Alquran dan seni Alquran di Iran disajikan sebagai sebagai panutan dan pola untuk markas-markas Quran di Indonesia.

“Langkah pertama dari kegiatan ini adalah mendirikan Darul Quran sehingga dengan cara ini, kita dapat berkomunikasi secara luas dengan markas-markas Alquran di Indonesia, demikian juga memperkenalkan inovasi yang telah terjadi di bidang pengetahuan dan seni Alquran di Iran sebagai panutan dan pola untuk markas-markas Alquran Indonesia,” imbuhnya.

Pemodelan

Syeh Hakim Ilahi mengatakan: "Dalam hal ini, tampaknya kami telah mencapai hasil yang baik dan meraih kesuksesan, dan kami telah mampu memperkenalkan sebagian dari seni Alquran Iran kepada masyarakat Indonesia dan memodelkannya untuk beraktivitas di pelbagai bidang Alquran secara luas."

Penyelenggaraan Malam-malam Alquran dan Pendirian 30 Markas Alquran di Jakarta

Dia menyatakan: Pendekatan kedua Darul Quran adalah pelatihan para pengajar Alquran, mengingat bahwa kita tidak secara langsung memasukkan bidang Alquran dan, di sisi lain, ada banyak kebutuhan untuk kegiatan Alquran, dan para pengajar dan fasilitas terbatas, maka kami berusaha untuk menggembleng banyak pengajar Alquran.

Perwakilan Pemimpin Tertinggi di Indonesia, di bagian lain ucapannya, mengatakan: "Para pengajar ini dapat membangun markas-markas Alquran di seluruh negeri untuk memperkenalkan generasi baru pada seni dan pendidikan Alquran, yang mencakup membaca, pengetahun Alquran, tafsir makna, hafalan Alquran, haflaan dengan isyarat, teknik dan seni-seni Alquran.

Pendirian 30 Markas Alquran

Menunjuk pada langkah ketiga, ia menyatakan: "Langkah ini mencakup pendirian sekolah-sekolah Alquran; mengingat bahwa perlu bagi remaja untuk mempelajari bacaan Alquran dan memiliki hafalan minimum juz 30 Alquran, kami telah mendirikan lebih dari 30 markas pendidikan Alquran."

Penyelenggaraan Malam-malam Alquran dan Pendirian 30 Markas Alquran di Jakarta

Syekh Hakim Ilahi menyatakan: Di setiap markas, rata-rata 70 anak putri dan putra terdaftar di markas tersebut dan para pendidik mengajar mereka, gerakan ini telah menjadi langkah yang efektif dan kami telah mampu memperkenalkan populasi masyarakat yang signifikan ini dengan ajaran-ajaran Alquran.

Penyelenggaraan Malam-malam Alquran dan Pendirian 30 Markas Alquran di Jakarta

Terkait kegiatan keempat Darul Quran, ia mengatakan: “Langkah terkait dengan penyelenggaraan musabaqoh Alquran, yang dilakukan dengan dua cara; bagian pertama adalah musabaqoh Alquran provinsi, yang diadakan oleh satu markas di setiap provinsi. Kemudian tingkat nasional; tentu saja, kami berharap kami akan dapat menyiapkan ranah untuk penyelenggaraan musabaqoh internasional.

Penyelenggaraan Malam-malam Qurani

Direktur ICC Jakarta menyatakan: Aktivitas Qurani kelima markas ini adalah mengadakan malam-malam Qurani dan pertemuan-pertemuan Alquran, yang mencakup pembacaan seorang qori internasional dan kinerja kelompok-kelompok qosidah dan tawasih Alquran; kami juga mencoba menggunakan para hafiz Alquran di bagian ini.

Penyelenggaraan Malam-malam Alquran dan Pendirian 30 Markas Alquran di Jakarta

Dia menyatakan bahwa kebijakan umum yang ditempuh di Jakarta didasarkan pada melihat prinsip-prinsip agama Islam berdasarkan pada ajaran Alquran dan sunnah Nabi serta para imam yang suci. Ia menambahkan: "Dalam hal ini, kita akan menambah ilmu pengetahuan yang memiliki kemampuan dakwah, sehingga mereka dapat berdakwah secara Islami, dengan berdasarkan pada pendekatan ini. Selain kaum Syiah, juga dari kalangan Ahlusunah yang menjadikan Islam sebagai fokus utama aktivitasnya."

Penyelenggaraan Malam-malam Alquran dan Pendirian 30 Markas Alquran di Jakarta

Demikian juga, Syekh Hakim Ilahi menyatakan: "Kami mempertimbangkan dua kebijakan utama dalam dakwah Islam, dimana semua mubalih harus bergerak berdasarkan hal tersebut; yang pertama adalah untuk menjauhi segala ekstremisme, dan yang lain adalah mencegah ketegangan dengan mazhab-mazhab Islam atau agama-agama lainnya."

 

http://iqna.ir/fa/news/3810491

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: