IQNA

23:54 - May 21, 2019
Berita ID: 3473134
FILIPINA (IQNA) - Jamuan buka puasa diadakan dengan partisipasi para pengikut pelbagai agama dan mazhab, serta atas prakarsa atase kebudayaan Iran di Manila di Masjid Biru Filipina di Maharlika.

Menurut laporan IQNA dari Filipina, program ini diadakan untuk pertama kalinya dalam sejarah kegiatan Uni Harmoni, bekerja sama dengan Pablito Abad Bay Bado, sekretaris Organisasi Dialog Antar Agama Manila (Uni Harmoni) dan profesor di Universitas Katolik Universitas Katolik Santo Thomas di Filipina dan di situ para anggota organisasi, yang terdiri dari pengikut Katolik, Penginjil, Gerakan Focolare dan Mormon, menghadiri pertemuan di Darul Quran Masjid Biru, masjid terbesar kedua di Manila, dan menghadiri acara buka bersama dengan kaum Muslim.

Program ini bernama "pesan persatuan di antara para pengikut pelbagai agama dan mazhab" dan menurut statemen para pengurus Masjid Biru ini dilakukan untuk pertama kalinya, yang merupakan acara budaya penting dari sejarah pendirian Masjid Biru di Filipina sampai saat ini, dan pada saat yang sama acara pameran kaligrafi ayat-ayat Alquran juga diselenggarakan di tempat ini dan paket makanan Ramadan didistribusikan di antara umat Islam.

Program dimulai dengan pembacaan Alquran Ustad Abdul Mun’im Sulaiman, seorang qori internasional Alquran asal Filipina di Aula Darul Quran Masjid Biru, dan kemudian Letnan Kolonel Ibra Max Sir, kepala urusan agama umat Islam di unit kepolisian negara itu, sebagai presenter, mengucapkan selamat datang anggota Uni Harmoni dan saudara-saudara/saudari muslim yang berpuasa dalam pertemuan dialog antar agama serta mengapresiasi kehadiran aktif atase kebudayaan dalam dialog antar agama di Manila.

Jamuan Berbuka Puasa Waktu Manila/ Puasa dalam Pandangan Alquran

Lebih lanjut, Jadjuri Arasa, penanggung jawab administrasi Masjid Biru Filipina, dengan mengakui peran agama dalam membangun perdamaian dan menekankan perlunya kepatuhan para penganut semua agama dan mazhab terhadap agama, berterimakasih atas inisiatif atase kebudayaan untuk mengadakan pertemuan ini dan duduk bersama para penigkut Kristen, Muslim, dan Mormon merupakan sebuah peluang penting untuk menekankan peran agama dalam publikasi perdamaian.

Pembicara berikutnya adalah Naqib Taher, imam besar Masjid Biru dan Muslim Filipina yang terkenal, dengan menekankan bahwa semua agama dihormati di Filipina, mengatakan: Ramadan adalah bulan kesembilan dari kalender Islam, dan tahun Hijriah adalah 354 hari dan tahun Masehi adalah 365 hari, dengan demikian ada perbedaan sebelas hari antara kedua kalender tersebut dan karenanya tanggal awal bulan Ramadan memiliki perputaran selama beberapa tahun.

Puasa dalam Alquran

Imam jamaah Masjid Biru, dengan membacakan ayat-ayat tentang puasa, menyatakan: "Alquran mengatakan, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian” (ayat 183 dari surah Al-Baqarah). Ayat ini menunjukkan bahwa puasa tidak eksklusif untuk Muslim semata, bahkan mencakup para pengikut Agama-agama lainnya.

Lebih lanjut, Mohammad Jafari Malek, atase kebudayaan Iran di Manila, dengan mengucapkan terimakasih kepada anggota Uni Harmoni yang berpartisipasi dalam acara berbuka bersama dengan Muslim, mengatakan: “Ini adalah program paling penting dialog keagamaan yang berlangsung di luar diskusi akademik selama dua tahun ini.”

Jamuan Berbuka Puasa Waktu Manila/ Puasa dalam Pandangan Alquran

"Hari ini, kedekatan antar agama dan pengikut pelbagai agama akan membuat ekstremis dan kelompok-kelompok seperti ISIS tidak dapat melakukan kekejian, yang menjauhkan kaum muda dari agama," tambahnya.

Agama dan Puasa

Menurut laporan itu, Tandis Taghavi, yang bertanggung jawab untuk himpunan kaligrafi Iran cabang Manila dan Asisten Asosiasi Persahabatan Perempuan Iran dan Filipina, adalah pembicara lain dalam acara itu, yang mengupas puasa dalam agama-agama dan menyatakan: "Alquran," "Taurat" dan "Injil" ketiga-tiganya adalah kitab suci dari Allah swt yang dikirim untuk menyelamatkan manusia dari kesesatan, oleh karena itu, antara ketiganya harus memiliki kesamaan. Sangat mudah untuk menemukan kesamaan antara agama-agama Yahudi, Kristen dan Islam dalam Alquran.

Dia menambahkan, beberapa nabi dan orang-orang salih berpuasa untuk acara-acara tertentu, dan berpuasa adalah salah satu ibadah umat Yahudi yang telah disebutkan beberapa kali dalam Tanakh (kitab Ibrani orang Yahudi) atau Perjanjian Lama Kristen. Sebelum menerima papan-papan perjanjian dari YAHUA (nama Allah dalam bahasa Ibrani), nabi Musa berpuasa selama empat puluh hari di Gunung Sinai dan menghindari makan dan minum.

Taghavi menyatakan: Puasa juga dicatat dalam kalender Masehi dan dianggap sebagai adab fikih. Injil Matius mengutip perkataan Yesus bahwa iblis tidak keluar dari tubuh manusia kecuali melalui doa dan puasa, dan Yesus mencerca puasa orang-orang munafik.

Nabi Adam; Orang Pertama yang Berpuasa

Dia mengatakan, sejarah puasa dapat ditelusuri dari sejak zaman nabi Adam Abul-Basyar. Menurut beberapa riwayat, ketika nabi Adam (as) dilarang memakan buah dari pohon terlarang, buah itu tetap berada di perutnya selama 30 hari. Setelah itu, Tuhan mewajibkan nabi Adam dan keturunannya 30 hari kelaparan dan kehausan, dan jika mereka makan sesuatu di malam hari, itu adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Riwayat ini menyatakan bahwa orang pertama yang berpuasa dalam sejarah manusia adalah nabi Adam (as).

Perempuan Iran itu menekankan: "Sayyidah Maryam juga berpuasa (diam) setelah kelahiran Isa (as) atas perintah Tuhan untuk kembali ke Yerusalem. Nabi Daud (as), demi terijabahkan doanya untuk penyembuhan putranya selama putranya menderita sakit, menurut perintah Tuhan, satu hari puasa, yang berarti menghindari makan dan minum. Nabi Zakaria juga dengan izin Allah, berpuasa diam, dan setelah itu ia memiliki seorang putra bernama Yahya (surah Maryam, ayat 10), Nabi Yahya dan para pengikutnya, nabi Yunus, nabi Ayyub, dan Nabi Sulaiman juga termasuk orang-orang yang berpuasa."

Jamuan Berbuka Puasa Waktu Manila/ Puasa dalam Pandangan Alquran

Tandis Taghvi mengingatkan: Mesir Kuno, Budha, dan Hindu juga menekankan penghindaran makanan, sehingga dapat membersihkan jiwa dan tubuh mereka. Dalam Zarathustra, dinyatakan juga bahwa puasa yang paling penting adalah bahwa manusia memiliki pemikiran dan perasaan, dan sentimental yang bersih dan penuh kasih sayang. Pengikut Zoroaster tidak memakan daging pada hari-hari pertama bulan itu, dengan niat berpuasa dan jika ada yang mati, mereka tidak makan daging selama tiga hari, guna menghormatinya.

“Seperti yang lebih Anda ketahui, umat Katolik berpuasa pada hari Rabu dan Jumat Salib (Jumat Suci). Selain itu, pada semua hari Jumat di bulan itu, mereka berpuasa pada bulan pertobatan yang terkenal dengan masa taubat dan pendakaman, dan selama periode ini mereka makan dua jenis makanan sederhana dan satu makanan biasa dan menghindari makan daging. Dengan merenungkan Taurat, Injil, dan Alquran, kami menyimpulkan bahwa puasa sudah ada sejak lama dalam agama dan sejarah manusia,” lanjut Wakil ketua Asosiasi Persahabatan perempuan Iran dan Filipina.

Pengikut Mormon Berpuasa 24 Jam

Kemudian, Penatua Danilo Solet A, kepada perwakilan Gereja Mormon di Filipina (Penatua: gelar para penatua Iman Mormon) mengatakan: "Saya dulu mengelola sebuah restoran di Arab Saudi, dan saya mengenal Ramadan dan undang-undang yang relevan. Selama hari-hari Ramadan, kami menutup restoran kami sepanjang hari, dan kami membukanya lagi setelah akhir hari.

Dia menambahkan, kami juga menjalankan puasa dalam ajaran kami, tetapi puasa kami bukan sebulan dalam setahun, tetapi hari Minggu pertama di setiap awal bulan kami berpuasa, dan puasa kami berlangsung selama 24 jam dan kami berdoa selama sehari.

"Kami juga, seperti umat Islam, melakukan hal-hal seperti wudhu, namun ada sedikit yang berbeda, dan poin yang ingin saya sampaikan kepada Anda adalah, dengan pengalaman pribadi saya menunjukkan bahwa semakin kita lebih peduli pada puasa dan doa, maka kita akan mendapatkan banyak inspirasi,” tegasnya.

Jamuan Berbuka Puasa Waktu Manila/ Puasa dalam Pandangan Alquran

Perwakilan dari Gerakan Focolare Katolik Filipina, yang berafiliasi dengan Gerakan Katolik Italia, juga menyatakan kepuasannya dengan pesan singkat juga mengungkapkan kegembiraan atas kehadirannya di tengah-tengah para penganut agama dan menyebut kehadirannya di Masjid Biru dan bertemu dengan umat Islam yang berpuasa sebagai kesempatan untuk menyebarkan pesan persatuan antara agama dan pelbagai mazhab.

Bay Bado, profesor teologi Universitas Katolik Santo Thomas, yang secara langsung berafiliasi dengan Vatikan, juga menekankan perlunya tindak lanjut dan kesinambungan program-program seperti pertemuan Masjid Biru, dan menganggapnya sebagai faktor penting dalam menyebarkan pesan persatuan antara para pengikut pelbagai agama dan mazhab, serta menganggap penting kerjasama atase kebudayaan dan uni harmoni.

Di penghujung, Ustad Abdul Mun’im Sulaiman, kepala Darul Quran Muhammad Rasulullah (saw), membaca doa penutupan pertemuan dan menjamu para hadirin dan kaum muslim dengan jamuan buka bersama.

Jamuan Berbuka Puasa Waktu Manila/ Puasa dalam Pandangan Alquran

Jamuan Berbuka Puasa Waktu Manila/ Puasa dalam Pandangan Alquran

http://iqna.ir/fa/news/3812628

 

 

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: