IQNA

20:05 - June 24, 2019
Berita ID: 3473203
SRI LANKA (IQNA) - Aktivis politik, politisi dan anggota minoritas Muslim di Sri Lanka mengatakan pidato baru-baru ini oleh biksu Sri Lanka, Galagoda Aththe Gnanasara tentang pelemparan batu Muslim, dapat menyebabkan banyak ketegangan dan kekerasan berlipat ganda terhadap mereka.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Aljazeera, setelah serangan teroris baru-baru ini di Sri Lanka kekerasan dan perilaku buruk terhadap Muslim di negara ini semakin meningkat, seorang biksu Sri Lanka menyerukan pelemparan batu kepada umat Islam karena laporan tentang sterilisasi perempuan Buddhis oleh seorang dokter Muslim di Sri Lanka.

Beberapa pekan yang lalu, para penyerang Budha menyerbu dan menghancurkan banyak rumah dan toko-toko Muslim di Sri Lanka dan menyebabkan banyak kerugian.

Serangan-serangan itu terjadi sebagai tanggapan atas serangan bom dan teror terhadap beberapa gereja dan hotel pada hari "Paskah" yang menewaskan 250 orang, yang dilakukan oleh ISIS.

Di tengah-tengah kekacauan di Sri Lanka ini, Gnanasara mengulangi tuduhan-tuduhan tak berasas bahwa seorang dokter Muslim di bagian markas Kurunegala secara diam-diam mensterilkan empat ribu perempuan Buddhis.

"Beberapa perempuan mengatakan bahwa orang-orang seperti dokter ini harus dilempari batu dan ini harus dilakukan," kata biksu Sri Lanka itu dalam pidato yang disiarkan di saluran televisi pemerintah.

Perlu disebutkan bahwa 70 persen populasi Sri Lanka adalah penganut Buddha dan sekitar 10 persen populasi ini adalah Muslim.

 

http://iqna.ir/fa/news/3821598

Nama:
Email:
* Komentar Anda: