IQNA

Presiden Afganistan:
16:27 - July 18, 2019
Berita ID: 3473282
AFGANISTAN (IQNA) - Presiden Afganistan mengatakan: "Amerika Serikat dan Taliban telah sepakat untuk mencapai kesepakatan damai awal sebelum pemilihan presiden negara itu."

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs Republik Afganistan, Presiden Afganistan, Mohammed Ashraf Ghani dengan mengumumkan berita itu menambahkan bahwa kemungkinan perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Taliban tidak akan mempengaruhi penyelenggaraan pemilihan presiden.

Dia menambahkan: “Sebuah perdamaian yang mempengaruhi pemilihan adalah perdamaian antara pemerintah Afganistan dan Taliban, bukan antara Amerika Serikat dan Taliban.”

Pemilihan dilakukan berdasarkan hukum dan presiden mendatang Afganistan, baik saya atau siapa pun, harus berkomitmen untuk perwujudan perdamaian di negara, dan hal ini membutuhkan pengambilan keputusan dan tawar-menawar yang sulit, dan juga presiden harus dapat memuaskan rakyat.

Ghani menyerukan kemungkinan pembentukan pemerintahan transisi di Afganistan, dengan mengatakan bahwa kepala pemerintahan selanjutnya akan ditentukan berdasarkan pemilihan.

Demikian juga, dia mengisyaratkan pada pembicaraan damai dengan Taliban, dengan mengatakan: "Orang-orang di negara ini tidak menerima pemerintahan Taliban yang sebelumnya dikenakan pada mereka. Perdamaian harus diberikan dalam bentuk lembaga presidensial."

Ghani menekankan bahwa hanya pemerintah Afganistan yang memiliki wewenang untuk memutuskan perdamaian dengan Taliban, dan menambahkan bahwa kesepakatan awal ini yang saya harapkan dilakukan sebelum pemilihan presiden dan berlangsung sampai awal September dan fase kedua, yang akan dilakukan setelah pemilihan dan secara keseluruhan .

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo juga dalam perjalanannya ke Kabul, mengatakan; Amerika Serikat dan Taliban kemungkinan akan mencapai kesepakatan pada bulan September mendatang. Duta Besar AS, John Bass baru-baru ini mengatakan bahwa akhir perang di Afganistan adalah prioritas utama bagi negaranya. Dia juga mengatakan tentang penyelenggaraan pemilu presiden di Afganistan dan mengungkapkan akan meneruskan kerjasamanya dengan Komisi Pemilihan Independen (KIE), dan bahwa kedua proses kemungkinan akan berjalan secara bersamaan.

Banyak anggota Majelis Nasional Afganistan percaya bahwa perdamaian telah menjadi prioritas bagi masyarakat internasional dan ada kemungkinan penundaan pemilihan presiden, tetapi pemerintah Afganistan dan komisi pemilihan telah berulang kali bersikeras bahwa pemilihan akan diadakan pada waktu yang dijadwalkan yaitu 28 September.

 

http://iqna.ir/fa/news/3827784

Kunci-kunci: Afganistan ، Presiden ، Kesepakatan ، Awal Damai ، Taliban ، Pemilu
Nama:
Email:
* Komentar Anda: