IQNA

14:49 - January 08, 2019
Berita ID: 3472801
MESIR (IQNA) - Ahmed al-Tayeb, Syaikh al-Azhar, menekankan: Ajaran dan doktrin agama Islam mengharuskan umat Islam untuk melindungi gereja dan tempat-tempat ibadah.

Menurut laporan IQNA dilansir dari al-Ain, dalam acara pembukaan Gereja Timur Tengah terbesar di ibukota administrasi baru Mesir, Ahmed al-Tayeb, Syaikh al-Azhar, menyerukan pembukaan masjid dan gereja secara bersama-sama untuk menghadapi segala upaya untuk merusak keamanan negara dan menciptakan intoleransi etnis-agama.

Dia juga menekankan: "Ini adalah peristiwa luar biasa yang mungkin tidak terjadi dalam sejarah Islam dan Kristen dan saya tidak menemukan masjid dan gereja, yang dibuat bersamaan dan pekerjaan pembuatannya akan selesai pada waktu bersamaan."

Syaikh al-Azhar mengatakan tentang beberapa fatwa terkait sikap Islam atas pembangunan gereja. “Menurut ajaran Islam, pemerintah berkewajiban melindungi gereja-gereja Kristen dan tempat-tempat ibadah Yahudi,” ucapnya.

Dia lebih lanjut dengan mengutip ayat 40 surah al-Hajj, “(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: “Tuhan kami hanyalah Allah”. Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”, menekankan jika agama suci mewajibkan umat Islam untuk mendukung masjid, maka mereka sama-sama berkewajiban untuk mendukung gereja-gereja.

Al-Tayeb lebih lanjut menyatakan bahwa tidak benar untuk menerapkan sebagian fatwa yang dikeluarkan pada waktu tertentu dan dalam keadaan tertentu pada saat ini, dan mengungkapkan, semua gereja Mesir dibangun setelah kedatangan Islam di hadapan para ulama Al-Azhar.

Perlu disebutkan bahwa masjid al-fatah al-Alim, masjid jami terbesar di Timur Tengah dan Katedral Kelahiran Yesus (Cathedral of Nativity), Gereja Timur Tengah komprehensif terbesar pada hari Minggu, 6 Januari 2019, di Mesir, dengan kehadiran Abdel Fattah as-Sisi, Presiden Mesir, Paus Tawadross II, Paus Gereja Ortodoks Koptik Mesir, Ahmed Tayeb, Syaikh al-Azhar dan pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas.

 

http://iqna.ir/fa/news/3779113

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda: