IQNA

21:37 - May 01, 2019
Berita ID: 3473085
IRAN (IQNA) - Para pejabat AS baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka mencari kesepakatan sejati dengan Republik Islam Iran, tetapi catatan mereka dalam masalah Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) menunjukkan bahwa cara terbaik untuk menangani kebijakan Washington saat ini adalah dengan mengandalkan kapasitas rakyat.

Menurut laporan IQNA, pemerintah AS telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan lagi memberikan pengecualian kepada negara pengimpor minyak Iran pada 2 Mei. Para pejabat AS juga menekankan bahwa tujuan mereka adalah mengurangi penjualan minyak Iran menjadi nol.

Apa yang diklaim Amerika adalah bahwa tujuan mereka bukan untuk mengubah sistem, tetapi untuk mengubah perilaku Iran di kawasan tersebut dan menjadi negara normal. Pemerintah Washington menggunakan semua cara yang mungkin untuk menekan Iran.

Menjalankan sanksi besar-besaran di pelbagai bidang, menempatkan nama Pengawal Revolusi dalam daftar organisasi teroris dan berusaha membuat penjualan minyak Iran menjadi nol adalah salah satu langkah yang telah diambil Amerika Serikat.

Bertopang pada Kapasitas Rakyat; Solusi Menghadapi Ancaman Internasional

Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo telah mengumumkan 12 syarat untuk memulai perundingan baru dengan Teheran, setelah negara ini keluar dari kesepakatan nuklir Iran di lembaga Haritage.

Kerangka acuan AS termasuk: mematikan reaktor air berat, memberikan izin kepada inspektur IAEA untuk mengakses semua situs militer Iran, menghentikan pengembangan dan meluncurkan rudal balistik, membebaskan semua tahanan Amerika di Iran, tidak mendukung Hizbullah, Hamas, dan Jihad Islam. Penarikan semua pasukan Iran dari Suriah, dukungan pelucutan senjata dan pembubaran pasukan mobilisasi rakyat Irak, yang dalam pandangan para ahli, menerima ketentuan-ketentuan ini, berarti "penyerahan semata-mata Iran".

Menjalankan Tekanan Maksimum

Amerika Serikat memiliki sejumlah tujuan utama yang ditargetkan. Dalam artikel yang ditulis oleh John Bolton, penasihat keamanan nasional AS, yang diterbitkan di beberapa surat kabar Amerika, ada beberapa strategi yang sangat berbahaya terhadap Iran. Dari pemboman fasilitas nuklir dan militer Iran hingga menciptakan kerusuhan-kerusuhan sosial di Iran dan mempersenjatai berbagai kelompok etnis dalam konteks perang internal.

Bertopang pada Kapasitas Rakyat; Solusi Menghadapi Ancaman Internasional

Para pejabat Amerika telah mengambil kebijakan runtuhnya Iran dari dalam, karena mereka menganggap perang itu sangat mahal dalam hal tenaga kerja dan keuangan. Karenanya, dalam pidato mereka, mereka selalu mengklaim bahwa sanksi tidak menargetkan rakyat Iran, dan mereka berpikir untuk mengubah perilaku sistem Iran, yakni salah satu kebijakan utama mereka adalah sanksi yang sangat serius, pelemahan maksimum ekonomi Iran dengan membatasi aksesnya ke cadangan devisa baru, devaluasi mata uang nasional, kenaikan inflasi dan, akhirnya, munculnya ketidakpuasan rakyat dan kerusuhan jalanan. Mereka ingin merusak sebanyak mungkin, dengan mengubah Iran menjadi Suriah lainnya dan menyeret perang ke negara itu, dan sibuk mengamankan hal-hal yang paling mendasar.

Mengingat besarnya biaya perang, kemungkinan masuknya AS ke dalam perang penuh dengan Iran, meski bukan tidak mungkin, kini jauh dari pikiran. Barat selalu menunjukkan bahwa mereka biasanya mengambil jarak dari apa yang menyebabkan mereka mengalami kerugian besar. Mereka akan memulai perang melawan suatu negara, yang sepenuhnya percaya diri meraih kemenangan dengan korban sesedikit mungkin.

Hasil Negosiasi

Tantangan yang ada di sini adalah bahwa tidak ada jaminan bahwa Amerika akan komitmen atau menjalankan perjanjian yang mereka tandatangani. Keluarnya Amerika Serikat dari perjanjian nuklir, yang telah dinegosiasikan setelah bertahun-tahun dan menghabiskan waktu dan uang, menunjukkan akan hal ini. Satu persen kami asumsikan bahwa Iran menerima 12 permintaan AS, tetapi tidak ada yang bisa memastikan bahwa masalah JCPOA akan diselesaikan.

Nampaknya, negosiasi dengan pemerintah AS saat ini kemungkinan besar tidak akan berhasil karena pihak berwenang AS saat ini berbicara bukan tentang rasa saling menghormati, tetapi pada sudut pandang kekuasaan, dan negosiasi lebih seperti menerima tuntutan yang mereka diktekan.

Mengakhiri penghapusan minyak AS tidak hanya menargetkan Iran, tetapi menghadapkan beberapa negara di dunia, termasuk Turki, dengan tantangan besar. Turki, yang memasok 50 persen kebutuhan minyaknya dari Iran, akan menghadapi masalah serius dengan penghapusan pasokan minyak AS untuk menyediakan bahan bakar, karena Turki, yang memiliki hubungan perdagangan yang luas dengan Iran, akan dipaksa untuk memenuhi kebutuhan ini dari negara lain dengan harga yang lebih tinggi, yang secara alami akan berdampak pada kehidupan sehari-hari rakyatnya.

Sanksi Makanan dan Obat-obatan

Para pejabat AS selalu mengklaim bahwa sanksi tidak mencakup makanan dan obat-obatan, tetapi ini tidak benar, dan itu salah, karena mengimpor produk asing lebih sulit daripada masa lalu, dan tidak dilakukan dalam keadaan normal.

Bertopang pada Kapasitas Rakyat; Solusi Menghadapi Ancaman Internasional

Amerika mengatakan makanan dan obat-obatan tidak dikenai sanksi, tetapi di sisi lain mereka menggunakan metode yang menghambat impor barang, termasuk makanan dan obat-obatan, ke Iran, yakni dalam praktiknya menghambat impor barang-barang ini.

Kartu As

Dalam situasi saat ini, dengan meningkatnya tekanan ekonomi Amerika setiap hari, cara terbaik bagi Iran adalah mengandalkan kekuatan dan kapasitas rakyat secara riil, serta manajemen biaya. Pengawasan pasar yang memadai, khususnya penyediaan kebutuhan dasar secara detail dan sistematis dan pengawasan serius terhadap pasar-pasar penting, khususnya perumahan dan otomotif, mencegah impor barang-barang yang menyerupai domestik dan menghentikan ekspor barang-barang yang bukan persyaratan esensial dan, secara umum, menarik dukungan publik secara maksimum bisa menempatkan Iran di depan Amerika Serikat dan menghadapkan Washington dengan tantangan besar.

Tidak diragukan lagi, setiap negara dalam melawan bangsa asing mengambil kekuatan utamanya dari dukungan rakyat dan ketergantungan pada rakyat adalah cara paling penting untuk menghadapi Amerika.

 

http://iqna.ir/fa/news/3807332

Nama:
Email:
* Komentar Anda: